• Forgiveness

    storymatologi - forgiveness

    Aku, bukanlah manusia sempurna. Aku hanyalah manusia biasa, aku pernah memiliki kesalahan yang sangat besar di masa laluku. Dulu, aku terperangkap dalam dunia gelap. Dunia yang tak seharusnya aku masuki. Aku terlalu bodoh untuk melakukan kesalahan yang sama untuk berulang- ulang kali. Sempat terpikir untuk mengakhiri semuanya, aku lelah dengan hidupku yang menurutku bukanlah hidup yang sempurna. Aku selalu saja mengeluh dan terus mengeluhi semua yang terjadi padaku. Aku tak pernah menganggap bahwa aku terlahir di dunia ini untuk merasakan bahagia. yang kurasaka hanyalah, sedih, sakit, tertindas dan merasa bahwa aku sendiri hidup di dunia ini.

    Keterpurukan yang aku rasakan berasal dari rasa ketidakpercayaan akan kebahagian. Aku selalu berpikir bahwa aku akan bahagia bila aku dapat melakukan apa yag aku inginkan, tanpa harus dikekang, di atur atau pun di awasi. Aku berpikir bahwa aku akan bahagia bila aku bisa menjalani hidup bebasku. Tapi ternyata selama ini aku salah, karena yang aku dapatkan bukanlah kebahagiaan, tetapi hanyalah kekecewaan dan kesakitan. Aku kecewa karena semuanya tak berjalan seperti yang aku harapkan, dan aku sakit karena ternyata apa yang aku pikir benar tak bisa membahagiakanku.

    Hingga aku sampai di satu titik, dimana aku merasa sangat bersalah pada diriku dan orang- orang di sekitarku. Aku menyadari bahwa apa yang aku tuju selama ini tak nyata, hayalah ilusi. Aku mencoba untuk memperbaiki semuany, namun aku tak tahu harus memulai dari mana. Suatu ketika ada seseorang yang berkata padaku, "cobalah memaafkan dirimu, berdamai dengan masa lalu". Awalnya aku tak mengerti akan perkataan orang tersebut. Hatiku bertanya- tanya apa sebenarnya yang harus aku lakukan. Aku mencoba untuk memaknai itu. Mencoba mencari tahu apa artinya. Aku mendalami setiap kata tersebut, dan aku menemukannya. Memaafkan dirimu sendiri adalah bagaimana kau mencoba untuk menerima atas semua yang telah kau alami, apa yang terjadi dalam hidupmu, cobalah untuk merelakannya, jangan pernah ada penyesalan. Merelakannya terbang bersama angin dan daun. Namun bukan berarti kau melupakannya, kau harus menjadikannya sebagai pelajaran untuk dapat berbuat baik lagi kedepannya.

    Berdamai lah dengan masa lalumu. Seberat apapun, dan sekelam apapun hidupmu dulu jangan pernah sesali, cukup kau terima dengan senyum, dan berjanjilah bahwa kau tak akan pernah masuk kembali dalam hidup lamamu. Jadikan itu pengalaman yang berharga untukmu.

    Aku pernah jatuh, namun seseorang mengulurkan tangannya untuk membantuku bangkit. Keluarga, sahabat, dan orang- orang terkasih dapat menjadi tangan yang dapat membantumu bangkit.
  • You might also like

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar